Derasnya hujan turun
Tak sederas air mataku yang mengalir
Kencangnya angin
Tak sekencang jeritan hatiku yang terluka
Panasnya terik matahari
Tak sepanas hatiku yang terbakar
Tebalnya kabut
Memburamkan pandangan padaku
Sobat...
Cacian yang tercipta dari mulutmu
Tak membuatku membencimu
Karena pelangi telah kau lukis dihatiku
Pelangimu telah melukis keindahan dihatiku
Dan takkan hilang selamanya
terima kasih sobat..
jalan terjal menanjak masih di depan. Perjuanganku masih panjang. Sampai detik ini aku terus berharap dan berdoa semoga aku diberikan kekuatan untuk mengejar mimpi-mimpiku, menjadi wanita tangguh yang kakinya berpijak di bumi dan cita-citanya bisa berhasil setinggi bintang-bintang tsaraya di angkasa sana. Didalam hati aku mengatakan... "Semoga kaki dan usaha ku ini, Allah selalu melihatku, karna aku tahu bahwa Allah tidak pernah tidur"
Rabu, 31 Agustus 2011
about me........
"sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu.....
tetapi yang lebih menyakitkan adalah...
mencintai seseorang dan tak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepada'a.
masa depan yg cerah selalu tergantung kepada masa lalu yan dilupakan
kamu tidak dapat hidup terus dengan baik
jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati dimasa lalu
jangan pernah mengucapkan selamat tinggal
jika kamu masih mau mencoba
jangan pernah menyerah
jika kamu masih merasa sanggup
jangan pernah kamu mengatakan,kamu tidak mencintainya lagi
jika kamu masih tidak bisa melupakannya.
Hidup
Satu detik lalu....
Aku datang dengan membawa angan dan cita-citakumerangkul beban yang bagiku tiada berarti.
Satu detik lalu...
Aku menangisi melepas kehidupanku..
menangis karana kutakut tidak mampu menemukan jati diriku dan menjadi diriku sendiri.
Satu detik lalu...
Kukepakkan sayap,tinggalkan fartamorgana tuk meraih hidup yang penuh tantangan agar selalu tebarkan senyum disetiap keadaan,tegar dalam kemandirian,ku hadapi rintangan dengan penuh percaya diri.
Satu detik lalu...
Ku menangis saat tak sanggup menghadapi hidup dan resah saat jiwa tak temukan arah.
Mentari kembali cerah,jika ku mampu temukan arah dan mampu hadapi dengan tabah ..
saat itu ingin ku peluk erat hidup.banyak kata yg belum sempat ku semai untuk hidup yg telah memberika CINTA
Cinta sesama dan pencipta...
Hidup... terimakasih untuk ketulusanmu yang membuatku hidup hanya untuk cinta dan ketulusan-NYA,bukan ambisi dan absesi.TIDAK..! Semuanya akan menjadikan ku manusia kerdil yang tak tau diri,yang tunduk pada nafsu semata... nau'uzubilah....
Langganan:
Komentar (Atom)