Rabu, 29 Februari 2012

PONDOKKU...


Pondokku…
Suka dukaku ada ditanah ini
Ketika rasa sedang gelisah
Sering air mata keluar begitu saja
Ketika hati sedang bahagia
Terasa nyaman karna canda dan tawa
Bersama sahabat yang juga berjuang menggapai cita
            Semua itu telah ku lewati dipondok ini
            Suatu pengalaman yang tak mungkin terlupakan
          Dan tak mungkin ku dapatkan
           Ketika ku harus keluar dari pondok ini
Sangat berat diri ini tuk meninggalkan penjara suci
Penjara suci yang selalu mengajariku
Begitu banyak tentang ilmu
Ilmu yang bermanfaat untuk ku dan sekitarku
Akan ku buktikan pada pondokku
Bahwa ku bisa menjungjung tinggi namamu

                                                                         By:Aribah ‘Ainul Husaini@14

UNTUK SAHABAT SEPIKU...


Masikah kau miliki hati indahmu??
Jika mimpi bisa ku beli
Dan khayalan mampu kuciptakan
Kan ku berikan mimpi paling sempurna
Nan bisa membuat senyum kecilmu merekah
Atau sejuta khayalan yang bisa kuwujudkan
Untuk bisa membuat jalanmu kembali melompat-lompat
Indah dunia dan indah khayalan
Layaknya ada pada indahnya hati
Yang telah ditorehkan tuhan
Maka hayatilah,kemudian
Tersenyumlah kawan
Senyum dan kasih untukmu
    
                    By: riana angelia juliana

YAKINLAH PADA TAKDIRNYA


Yakinlah akan segala takdir (Qadha Allah) yang ia telah tetapkan kepada kita semenjak awal kali pertama ruh kita di masukkan. Selama kita telah berjalan pada rambu-rambu syariatnya , maka selebihnya bertaqwalah kita pada sang Kholik yang telah menjadikan kita insan yang sempurna di dunia ini. Dalam hidup ini, Allah khendak menguji iman kita , ketika kamu lebih mencintai seorang kekasih hati dari pada mencintai Allah yang telah menciptakan mu  dan memberikan mu kenikmatan. Ketika kamu mencintai kekasihmu, masikah kau taat pada aturan Nya? Seorang belum tentu dianggap/ atau mengaku beriman sebelum ia sanggup untuk melewati pintu-pintu ujianNya. Itu.
Ada sebuah kisah  peristiwa. Sepasang remaja yang saling mencintai harus rela memutuskan ikatan tanpa status yang mereka punya Yaitu berpacaran. Kedua remaja ini dalah pasangan idola di sekolah. Beberapa tahun kemudian, remaja wanita itu memutuskan untuk menerima khitbah seorang ikhwan. Entah dengan alasan apa ia menerima khitbah itu dan memutuskan tidak ingin melihat siapa calon suaminya hingga akad nikah tiba. Ia hnaya percaya saja pada pembina ngajinya tentang ikhwan tersebut.
Tepat ketika akad nikah tiba, saat ia harus mencium tangan suaminya, ia sangat terkejut dan pingsan. Apakh suaminya berwajah “beast” hingga ia shock dan jatuh pingsan? Ternyata sebaliknya, lelaki yang kini telah sah menjadi pasangan hidupnya adalah seorangyang begitu ia cintai yang ada dalam lubuk hatinya, kekasih yang ia putuskan karena Allah. Dan saat ini Allah pulalah yang menyatukan sang kekasih dan dirinya.
Dalam peristiwa di atas . kita dapat mengambil hikmah. Bahwasannya berpacaran dalam islam tidak ada. Dalam islam hanya da masa ta’aruf yang artinya masa untuk saling mengenal. Wahai sahabat, janganlah kalian jatuh kedalam lubang yang sama. Untuk menghindari perbuatan maksiat itu, kalian harus pintar mencari ilmu tentang batasan pergaulan dalam islam.
Yakinlah, tanpa seorang ikhwan kekasih hati, kamu akan baik-baik saja. Jodoh mu sudah di tulis sejak mulai ruh mu di tiupkan. Bahkan Allah pun telah menjanjikan kepada hamba-hambanya. “bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik pula”. Selama kamu maksimal berikhtiar dengan jalan yang baik dan benar , jodoh yang akan datang pun tidaka akan jauh dari kwalitasmu.
Oleh: Anisah Sarah_Redmiss

CINTA


Cinta itu sesuatu yang tidak terduga
Datang pada tempat yang tidak terduga, pada saat yang tidak terduga
Bahkan pada seseorang yang tidak terduga
Cinta itu tidak membutuhkan alasan
Jika cinta membutuhkan alasan
Ketika  alasan itu hilang, cinta itu juga kan hilang selamanya
Jika aku tidak mampu mengucapkan “I Love u”
Maka tidak aku katakan
Karna sesungguhnya....
Cinta itu menyedihkan, melelahkan dan sempit
Oleh: Anisah@Red