Rabbi ....
Sesungguhnya hati ini
hanya milik-Mu, dan sesungguhnya Engkaulah yang menciptakan dan menghadirkan
serta menganugrahkan aku setitik cinta ini kepada seorang ikhwan. Karna
sesungguhnya Engkaulah sang pemilik Cinta dan Anugrahnya.
Rabbi....
Tentu Engkau maha
mengetahui lebih awal atas rasa yang aku rasa. Rasa yang mana Engkaulah yang
menciptakannya untuku...
Ada cinta yang ku
rasakan saat bertemu dengan sesosok ikhwan yang ku kagumi itu. Seorang ikhwan
yang beberapa hari yang telah lalu pernah aku utarakan di blog ini. Seorang
ikhwan yang mempunyai budi pekerti yang luhur, seorang ikhwan yang
berkepribadian baik, sholeh, alim, pintar, dan mempunyai prestasi yang baik
semasa disekolahnya. Dia adalah Ridwan Agustiawan Salah satu orang yang telah berhasil
membuat hatiku terpicut, hanya padanya selama ini, bertahun-tahun
menyembunyikan perasaan cinta pada dirinya. Membuatku selalu memikirkannya
meski terasa begitu menyakitkan dan menyita banyak waktu serta air mata ecap
kali rasa rindu itu datang. Masih teringat waktu itu hari jum’at aku bangun
pukul 02.30 WIB di penjara suci itu, selepas aku sholat dan membaca Al-Qur’an
tiba-tiba air mata terjatuh dikedua pipiku. Ada yang tau mengapa? Pada saat itu
pikiranku tiba-tiba tertuju padanya, pada sesosok ikhwan itu. Membuatku menagis
terisak-isak hanya karena rindu akan dirinya. Waktu itu sudah hampir satu tahun
ia berada di kota yaman. Rasa rindu yang sering datang menggelabui pikiran dan
raga serta jiwaku. Bukan hanya setiap tahajjudku dimalam hari, bahkan terkadang
selepas maghrib aku merasakan hal itu juga, selepas aku menghapal Al-Qur’an
pasti bayangan akan dirinya selalu muncul dihadapan ku... pada bayangan itu ia
tersenyum kepadaku, tapi itu hanya sebuah angan-angan fartamorgana dan
kamuflase dunia semata. Saat itu setiap aku memikirkannya aku selalu berdzikir
dan beristighfar karna aku sadar, itu semua hanya haluan syetan agar
hamba-hambanya jauh kepada Rabbnya. Berusaha menjauhkan rasa cinta yang utuh
yang seharusnya CINTA itu hanya tertuju pada-Nya. Salah satu teman dekatku
pernah menghampiriku disaat aku termenung sendiri dipojok belakang Gedung Serba
Guna. Ia selalu menasehatiku agar tidak memikirkannya terus, sudah ku coba
namun sulitL
Dan kini Tuhan menjawab
segala doaku, jika memang dia yang terbaik untukku maka takdir akan
mengatakannya begitupun sebaliknya.
Awalnya aku banyak
berharap akan dirinya, namun kenyataan pahit harus aku terima. Kini ia telah
mempunyai seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya dunia dan
akhirat. Sungguh beruntungnya wanita itu bisa mendapatkan ikhwan, sesosok
seorang imam yang aku dambakan, memang sangat sakit, namun apa boleh buat aku
harus menerima kenyataan pahit ini. Kenyataan pahit aku harus benar-benar
melupakannya dan membuang jauh akan harapan serta bayangan akan dirinya dalam
hatiku dan fikiranku. Agar tidak terlalu larut dalam kepahitan.
Memang terasa sangat
sakit ketika ia menyebutkan salah satu orang yang menjadi supporter selama ini,
dan ia berkata “TUNANGAN SAYA” dari
situ hati ini terasa teriris bak kaca yang jatuh pecah berserakan, bagaikan
hati ini terasa ada yang menusuk dengan samurai panjang hingga menembus
kebelakang. Air mata tak kuasa ku kendalikan agar aku bersikap biasa2 saja,
pada maghrib itu juga aku menangis seorng diri di dalam kamar seusai sholat
berjama’ah dengan keluarga. Menangis dengan sepuas-puasnya mengeluarkan rasa
sesak yang ada didada. Tak ada seorang pun yang tau betapa sedihnya aku hari
itu, dan tak ada seorang pun yang tau betapa besar rasa cintaku padanya.
Berharap dan sabar menunggunya bertahun-tahun dan tak lupa juga selalu ku
selipkan sebait doa untuknya dan Al-Fatihah untuknya. Lihat kesungguhan diriku
betapa besar cinta ini namun tak ada yang mengerti. Cinta yang tulus namun tak
terbalaskan, mungkin ini sudah takdirku,dan mungkin ini salahku, mengapa aku
terlalu mengharapkan cinta yang belum pasti, kepada siapa hatinya tertuju.
Rabbii ... kabar itu membuatku sangat sakit hingga saat ini air mata ini selalu
menggenang di kedua bola mataku bahkan terkadang jatuh dengan tiba-tiba jika
teringat kejadian magrib itu.
Ayolah nis...
Bangkit, lupain dia masa
depanmu masih panjang... gapai cita-citamu ke yaman sana, jadilah kamu seperti
Rabiatul Adawiyah. Ayoo.... cwo didunia ini bukan hanya dia, cwo didunia ini
banyak nis... ok lupain dia Allah telah menyediakannya koq untukmu yang lebih
baik,ok. Keep smile please... J
Aku yakin... seiringnya
waktu berputar semua akan berjalan baik-baik saja. Dan aku juga yakin aku pasti
bisa membuang jauh-jauh akan tentang dirinya. Dan akan aku simpan baik-baikJ
kenangan akan dirinya. Meski sulit tapi akan aku coba.
Rabbi...
Kenapa kenyataan pahit
ini harus aku rasakan? Kenapa? Mengapa rasa cinta ini tertuju pada seorang yang
bukan Engaku takdirkan untukku kenapa? Tak kuasa air mata selalu jatuh seusai
aku sholat, karna bayangan akan dirinya selalu hadir, kenapa bayangan akan
dirinya selalu hadir, knp? Sungguh aku tidak sanggup jikalau harus seperti ini
terus...
Dan maafkan aku ya Rabb, yang telah menduakan
cintaku pada-Mu. Maaf kan aku yang telah menaruh rasa cinta yang begitu besar
untuk dirinya melebihi cintakku pada-Mu. Maafkan aku yang telah dibutakan oleh
cinta
Rabbi....
Bantulah aku untuk dapat menjadi kekasihmu, bantu
aku agar aku dapat menjadi seorang seperti Rabiyatul
Adawiyah bantu aku ya Rabb... agar
aku tidak lagi merasakan sakit karena cinta,karna aku tau cinta hanya kepadamu
itu utuh dan tidak akan membuatku seperti sekarang ini. Jatuh dalam
kesengsaraan karna cinta, dan menjadikanku manusia kerdil yang tak berarti....
Rabbi...
Aku percaya akan
kekuasaan –Mu, Engkau tidak mungkin membuat hamba-hambamu terus larut dalam
kesedihan. Dan aku yakin dan percaya dibalik semua ini Engkau telah mengukir
indah sesuatu untukku dikemudian hari. Menggantikannya dengan kebahagian yang
tiada tara. Karna engkau tidak memberikan apa yang hamba-hamba-Mu inginkan tapi
Engkau memberikan apa-apa yang hambamu butuhkan. Aku percaya bahwa rencana Mu
itu begitu indah dari yang aku fikirkan...... J
Untuk orang yang
kukagumi....
Mungkin kita diciptakan
hanya untuk sebagai pelangi dalam persahabatan kehidupan, yang mana di dalamnya
terdapat berbagai macam kenangan indahnya hidup saling mengenal satu sama lain
sehingga menaruh berbagai banyak cerita yang dilaluinya yang sangat berarti
bagiku. I couldn’t hold any longer to see you again. Makasih banyak atas care yg
pernah antum kasih ke saya. Makasih atas dukungannya agar saya bisa menggapai
cita-cita saya. Makasih buat nasehatnya juga yang pernah antum kasih. Makasih
buat bimbingannya. Makasih udah mau berbagi cerita dan mengenal sayaJ. Aku tidak akan pernah lupa sama
cinta pertama yang singga lebih awal dalam hati ini. Sebab pak kiayi aja mpe
sekarang masih inget sama cinta pertamanya hehe, biar rasa ini akan menjadi
bukti suatu saat nanty... J sukses deh buat antum
nd biar langgeng sama tunangannya nd menjadi keluarga yang sakinah mawaddah
warohmah amiiin.... kini engkau telah menemui tulang rusukmu yang selama ini
engkau cari. J
Kini aku akan
berusaha....
Aku tidak ingin membawa
kenangan apapun tentang nya. Biarkan ia seperti mimpi disaat aku terlelap.
Setelah aku mencapai segala mimpi-mimpi dan cita-cita terbesarku.... . perlahan
mimpi indah itu akan terlupakan, lalu terganti dengan kehidupan nyata yang
harus kujalani. Hingga tidak ada lagi dirinya dalam pikiranku....
Annyeongi gaseyo Kang
iwank.... ^_^
Untuk orang yang aku
cintai...
Kini aku baik-baik
saja... dan aku kini sudah mulai bisa sedikit demi sedikit untuk berusaha
ikhlas dan tegar menghadapi kenyataan pahit ini. Jangan terlalu di fikirkan dan
jangan merasa bersalah karna semua ini adalah salahku, mengapa aku terlalu
mengharapkanmu... J dan menaruh banyak
harapan akan dirimu...dan mungkin ini sebuah teguran untukku agar aku jangan
terlalu banyak berharap atas sesuatu yang belum pasti. Dan cinta yang hakiki
itu hanya milik Allah semata. Mungkin Allah menegurku atau Allah cemburu karna
aku terlalu mencintaimu dari Dia yang telah menciptakanku. Mungkin ia
menginginkan aku untuk selalu menaruh cinta yang besar hanya kepadanya... J mungkin ia ingin aku selalu
berdzikir kepadanya dan ia ingin menjadikanku sebagai kekasihnya seperti
kekasih-kekasih Allah yang terdahulu yang telah Dia panggil terlebih dahulu
karna merasa rindu kepada kekasih-kekasihnya. J
Dan aku percaya Allah pasti akan memberikan gantinya yang lebih baik darimu...
J
~ my
heart JRAJ ~