Yakinlah
akan segala takdir (Qadha Allah) yang ia telah tetapkan kepada kita semenjak
awal kali pertama ruh kita di masukkan. Selama kita telah berjalan pada rambu-rambu
syariatnya , maka selebihnya bertaqwalah kita pada sang Kholik yang telah
menjadikan kita insan yang sempurna di dunia ini. Dalam hidup ini, Allah
khendak menguji iman kita , ketika kamu lebih mencintai seorang kekasih hati
dari pada mencintai Allah yang telah menciptakan mu dan memberikan mu kenikmatan. Ketika kamu
mencintai kekasihmu, masikah kau taat pada aturan Nya? Seorang belum tentu
dianggap/ atau mengaku beriman sebelum ia sanggup untuk melewati pintu-pintu
ujianNya. Itu.
Ada
sebuah kisah peristiwa. Sepasang remaja
yang saling mencintai harus rela memutuskan ikatan tanpa status yang mereka
punya Yaitu berpacaran. Kedua remaja ini dalah pasangan idola di sekolah.
Beberapa tahun kemudian, remaja wanita itu memutuskan untuk menerima khitbah
seorang ikhwan. Entah dengan alasan apa ia menerima khitbah itu dan memutuskan
tidak ingin melihat siapa calon suaminya hingga akad nikah tiba. Ia hnaya
percaya saja pada pembina ngajinya tentang ikhwan tersebut.
Tepat
ketika akad nikah tiba, saat ia harus mencium tangan suaminya, ia sangat
terkejut dan pingsan. Apakh suaminya berwajah “beast” hingga ia shock dan jatuh
pingsan? Ternyata sebaliknya, lelaki yang kini telah sah menjadi pasangan
hidupnya adalah seorangyang begitu ia cintai yang ada dalam lubuk hatinya,
kekasih yang ia putuskan karena Allah. Dan saat ini Allah pulalah yang
menyatukan sang kekasih dan dirinya.
Dalam
peristiwa di atas . kita dapat mengambil hikmah. Bahwasannya berpacaran dalam
islam tidak ada. Dalam islam hanya da masa ta’aruf yang artinya masa untuk
saling mengenal. Wahai sahabat, janganlah kalian jatuh kedalam lubang yang
sama. Untuk menghindari perbuatan maksiat itu, kalian harus pintar mencari ilmu
tentang batasan pergaulan dalam islam.
Yakinlah,
tanpa seorang ikhwan kekasih hati, kamu akan baik-baik saja. Jodoh mu sudah di
tulis sejak mulai ruh mu di tiupkan. Bahkan Allah pun telah menjanjikan kepada
hamba-hambanya. “bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula dan
perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik pula”. Selama kamu maksimal
berikhtiar dengan jalan yang baik dan benar , jodoh yang akan datang pun tidaka
akan jauh dari kwalitasmu.
Oleh: Anisah Sarah_Redmiss
Tidak ada komentar:
Posting Komentar