Minggu, 19 Mei 2013

Kenyataa Pahit Harus Aku Terima




Rabbi ....
Sesungguhnya hati ini hanya milik-Mu, dan sesungguhnya Engkaulah yang menciptakan dan menghadirkan serta menganugrahkan aku setitik cinta ini kepada seorang ikhwan. Karna sesungguhnya Engkaulah sang pemilik Cinta dan Anugrahnya.
Rabbi....
Tentu Engkau maha mengetahui lebih awal atas rasa yang aku rasa. Rasa yang mana Engkaulah yang menciptakannya untuku...
Ada cinta yang ku rasakan saat bertemu dengan sesosok ikhwan yang ku kagumi itu. Seorang ikhwan yang beberapa hari yang telah lalu pernah aku utarakan di blog ini. Seorang ikhwan yang mempunyai budi pekerti yang luhur, seorang ikhwan yang berkepribadian baik, sholeh, alim, pintar, dan mempunyai prestasi yang baik semasa disekolahnya. Dia adalah Ridwan Agustiawan Salah satu orang yang telah berhasil membuat hatiku terpicut, hanya padanya selama ini, bertahun-tahun menyembunyikan perasaan cinta pada dirinya. Membuatku selalu memikirkannya meski terasa begitu menyakitkan dan menyita banyak waktu serta air mata ecap kali rasa rindu itu datang. Masih teringat waktu itu hari jum’at aku bangun pukul 02.30 WIB di penjara suci itu, selepas aku sholat dan membaca Al-Qur’an tiba-tiba air mata terjatuh dikedua pipiku. Ada yang tau mengapa? Pada saat itu pikiranku tiba-tiba tertuju padanya, pada sesosok ikhwan itu. Membuatku menagis terisak-isak hanya karena rindu akan dirinya. Waktu itu sudah hampir satu tahun ia berada di kota yaman. Rasa rindu yang sering datang menggelabui pikiran dan raga serta jiwaku. Bukan hanya setiap tahajjudku dimalam hari, bahkan terkadang selepas maghrib aku merasakan hal itu juga, selepas aku menghapal Al-Qur’an pasti bayangan akan dirinya selalu muncul dihadapan ku... pada bayangan itu ia tersenyum kepadaku, tapi itu hanya sebuah angan-angan fartamorgana dan kamuflase dunia semata. Saat itu setiap aku memikirkannya aku selalu berdzikir dan beristighfar karna aku sadar, itu semua hanya haluan syetan agar hamba-hambanya jauh kepada Rabbnya. Berusaha menjauhkan rasa cinta yang utuh yang seharusnya CINTA itu hanya tertuju pada-Nya. Salah satu teman dekatku pernah menghampiriku disaat aku termenung sendiri dipojok belakang Gedung Serba Guna. Ia selalu menasehatiku agar tidak memikirkannya terus, sudah ku coba namun sulitL
Dan kini Tuhan menjawab segala doaku, jika memang dia yang terbaik untukku maka takdir akan mengatakannya begitupun sebaliknya.
Awalnya aku banyak berharap akan dirinya, namun kenyataan pahit harus aku terima. Kini ia telah mempunyai seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya dunia dan akhirat. Sungguh beruntungnya wanita itu bisa mendapatkan ikhwan, sesosok seorang imam yang aku dambakan, memang sangat sakit, namun apa boleh buat aku harus menerima kenyataan pahit ini. Kenyataan pahit aku harus benar-benar melupakannya dan membuang jauh akan harapan serta bayangan akan dirinya dalam hatiku dan fikiranku. Agar tidak terlalu larut dalam kepahitan.
Memang terasa sangat sakit ketika ia menyebutkan salah satu orang yang menjadi supporter selama ini, dan ia berkata “TUNANGAN SAYA” dari situ hati ini terasa teriris bak kaca yang jatuh pecah berserakan, bagaikan hati ini terasa ada yang menusuk dengan samurai panjang hingga menembus kebelakang. Air mata tak kuasa ku kendalikan agar aku bersikap biasa2 saja, pada maghrib itu juga aku menangis seorng diri di dalam kamar seusai sholat berjama’ah dengan keluarga. Menangis dengan sepuas-puasnya mengeluarkan rasa sesak yang ada didada. Tak ada seorang pun yang tau betapa sedihnya aku hari itu, dan tak ada seorang pun yang tau betapa besar rasa cintaku padanya. Berharap dan sabar menunggunya bertahun-tahun dan tak lupa juga selalu ku selipkan sebait doa untuknya dan Al-Fatihah untuknya. Lihat kesungguhan diriku betapa besar cinta ini namun tak ada yang mengerti. Cinta yang tulus namun tak terbalaskan, mungkin ini sudah takdirku,dan mungkin ini salahku, mengapa aku terlalu mengharapkan cinta yang belum pasti, kepada siapa hatinya tertuju. Rabbii ... kabar itu membuatku sangat sakit hingga saat ini air mata ini selalu menggenang di kedua bola mataku bahkan terkadang jatuh dengan tiba-tiba jika teringat kejadian magrib itu.
Ayolah nis...
Bangkit, lupain dia masa depanmu masih panjang... gapai cita-citamu ke yaman sana, jadilah kamu seperti Rabiatul Adawiyah. Ayoo.... cwo didunia ini bukan hanya dia, cwo didunia ini banyak nis... ok lupain dia Allah telah menyediakannya koq untukmu yang lebih baik,ok. Keep smile please... J
Aku yakin... seiringnya waktu berputar semua akan berjalan baik-baik saja. Dan aku juga yakin aku pasti bisa membuang jauh-jauh akan tentang dirinya. Dan akan aku simpan baik-baikJ  kenangan akan dirinya. Meski sulit tapi akan aku coba.
Rabbi...
Kenapa kenyataan pahit ini harus aku rasakan? Kenapa? Mengapa rasa cinta ini tertuju pada seorang yang bukan Engaku takdirkan untukku kenapa? Tak kuasa air mata selalu jatuh seusai aku sholat, karna bayangan akan dirinya selalu hadir, kenapa bayangan akan dirinya selalu hadir, knp? Sungguh aku tidak sanggup jikalau harus seperti ini terus...
Dan maafkan aku ya Rabb, yang telah menduakan cintaku pada-Mu. Maaf kan aku yang telah menaruh rasa cinta yang begitu besar untuk dirinya melebihi cintakku pada-Mu. Maafkan aku yang telah dibutakan oleh cinta
            Rabbi....
Bantulah aku untuk dapat menjadi kekasihmu, bantu aku agar aku dapat menjadi seorang seperti Rabiyatul Adawiyah  bantu aku ya Rabb... agar aku tidak lagi merasakan sakit karena cinta,karna aku tau cinta hanya kepadamu itu utuh dan tidak akan membuatku seperti sekarang ini. Jatuh dalam kesengsaraan karna cinta, dan menjadikanku manusia kerdil yang tak berarti....
Rabbi...
Aku percaya akan kekuasaan –Mu, Engkau tidak mungkin membuat hamba-hambamu terus larut dalam kesedihan. Dan aku yakin dan percaya dibalik semua ini Engkau telah mengukir indah sesuatu untukku dikemudian hari. Menggantikannya dengan kebahagian yang tiada tara. Karna engkau tidak memberikan apa yang hamba-hamba-Mu inginkan tapi Engkau memberikan apa-apa yang hambamu butuhkan. Aku percaya bahwa rencana Mu itu begitu indah dari yang aku fikirkan...... J
Untuk orang yang kukagumi....
Mungkin kita diciptakan hanya untuk sebagai pelangi dalam persahabatan kehidupan, yang mana di dalamnya terdapat berbagai macam kenangan indahnya hidup saling mengenal satu sama lain sehingga menaruh berbagai banyak cerita yang dilaluinya yang sangat berarti bagiku. I couldn’t hold any longer to see you again. Makasih banyak atas care yg pernah antum kasih ke saya. Makasih atas dukungannya agar saya bisa menggapai cita-cita saya. Makasih buat nasehatnya juga yang pernah antum kasih. Makasih buat bimbingannya. Makasih udah mau berbagi cerita dan mengenal sayaJ. Aku tidak akan pernah lupa sama cinta pertama yang singga lebih awal dalam hati ini. Sebab pak kiayi aja mpe sekarang masih inget sama cinta pertamanya hehe, biar rasa ini akan menjadi bukti suatu saat nanty... J sukses deh buat antum nd biar langgeng sama tunangannya nd menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah amiiin.... kini engkau telah menemui tulang rusukmu yang selama ini engkau cari. J
Kini aku akan berusaha....
Aku tidak ingin membawa kenangan apapun tentang nya. Biarkan ia seperti mimpi disaat aku terlelap. Setelah aku mencapai segala mimpi-mimpi dan cita-cita terbesarku.... . perlahan mimpi indah itu akan terlupakan, lalu terganti dengan kehidupan nyata yang harus kujalani. Hingga tidak ada lagi dirinya dalam pikiranku....
Annyeongi gaseyo Kang iwank.... ^_^
Untuk orang yang aku cintai...
Kini aku baik-baik saja... dan aku kini sudah mulai bisa sedikit demi sedikit untuk berusaha ikhlas dan tegar menghadapi kenyataan pahit ini. Jangan terlalu di fikirkan dan jangan merasa bersalah karna semua ini adalah salahku, mengapa aku terlalu mengharapkanmu... J dan menaruh banyak harapan akan dirimu...dan mungkin ini sebuah teguran untukku agar aku jangan terlalu banyak berharap atas sesuatu yang belum pasti. Dan cinta yang hakiki itu hanya milik Allah semata. Mungkin Allah menegurku atau Allah cemburu karna aku terlalu mencintaimu dari Dia yang telah menciptakanku. Mungkin ia menginginkan aku untuk selalu menaruh cinta yang besar hanya kepadanya... J mungkin ia ingin aku selalu berdzikir kepadanya dan ia ingin menjadikanku sebagai kekasihnya seperti kekasih-kekasih Allah yang terdahulu yang telah Dia panggil terlebih dahulu karna merasa rindu kepada kekasih-kekasihnya. J
Dan aku percaya Allah pasti akan memberikan gantinya yang lebih baik darimu... J

                                                                            ~ my heart JRAJ ~

Tidak ada komentar: