
Tepat pada hari rabu wktu itu entah
tgl berapa itu… aku mulai mengenal akan dirinya. Sesosok seorg ikhwan yang
awalnya entah siapakah Dia? Awal ku menegenalny ialah, saat ia masuk kedalam
kelasku dengan membawa seuntai hikmah dan cerita yang sangat berarti. Waktu itu
Dia menegurku ketika aku sedang mengelap wajahku dengan tisu, entah mengapa
pada saat itu aku mulai merasakan sesuatu… yang mana awalnya entah apakah itu?
Rasa apa itu? Bilamana sehari tak melihat akan dirinya hidup seakan hampa dan
tak ada senyum… hehe.. ad2 jj yaa… tapi semua itu benar… dan tak bisa
dipungkiri. Saat itu pula typ hari aku mulai mencari tau tentang akan dirinya…
siapa dia? Namanya siapa? Dan dimana ia tinggal? Bahkan bagaimana dia? Sampai ke
seluk beluk akan dirinya?
Namun entah, apakah yang aku lakukan
itu baik atau tidak? Wajar atau tidak?suatu perbuatan bodoh namun bagiku sangat
menyenangkan… dan membuat rasa ini mendapatkan suatu rasa yang awalnya aku
belum pernah merasakannya. Perasaan apakah itu?
Seiring bergulirnya waktu… aku
mengetahui, apa arti dari rasa ini… namun terkadang apakah bernar rasa yang ku
rasa ini adalah sebuah rasa yang dimiliki setiap makhluk kepada lawan jenisnya?
Antara laki2 dan perempuan? Apakah benar ini CINTA? Sungguh benarkah ini cinta
namun kadang tak percaya… namun mengapa
selalu saja aku ingin dekat dengan dirinya…
Ya tuhan…
Apakah ini yang namanya cinta?
Setahun kurang aku berkomunikasi
dengannya.. mencoba mendekat walau tak pasti… walau sebenernya semua ini tak
pantas untuk dilakukan oleh seorang wanita muslimah… namun cinta telah
menggerakkan semua ini… menjadikanku seorang wanita kerdil yang tak punya malu…
berbagai pikiran dn pertanyaan aku keluarkan agar aku selalu berkomunikasi saat
liburan di pesantren. Hmm… ada2 jj ya aku…:D
Indah rasanya waktu ia membalas sms
yang aku kirim untuknya… huuh,pokoknya gg bisa dibayangkan akan keindahan dan
kesenangan yang ku miliki akan kehadiran dirinya…
Namun… rasa sedih itu pun akhirnya
ada saat ia mengabarkan kepadaku kalau ia mendapatkan beasiswa ke yaman di
Univ.Al-Ahgaf tepatnya dikota tarim, ia pergi tepat pada tgl 19 september 2010 …
rasa sedih yang berkecamuk… menangis seorang diri di kamar saat mendapat kabar
spt itu… ya tuhan… kenapa semua ini harus terjadi..? pada saat itu aku mulai
merasa bingung, beribu pertanyaan mulai hadir dlm benak dan fikiranku… bisakah
aku bertemu dengan dirinya lagi? Masih bisakah aku berkomunikasi dengannya
walau jarak yang begitu jauh? Lalu.. siapa lagi yang akan selalu memberikan aku
nasihat selepas ia pergi nanty… dari situ semua kenangan yang menyangkut akan
dirinya mulai aku abadikan… mulai dari hal yang sangat terkecil… yaitu… sms
yang ia kirimkan untukku aku simpan dan aku tulis ulang ke dalam sebuah buku…
aku awalnya tak percaya mengapa aku bisa seperti ini, seolah bersikap yang
sangat berlebihan untuk dirinya. Yang entah perlakuanku selama ini kepadanya
akan terbalas atau tidak?selepas sholat, tak lepasku dari doa yang selalu
mendoakannya…
“ya Allah,jaga ia baik2 disana…
bimbinglah ia selalu dalam rahmat kasih sayangmu,jagalah kesehatannya,all the
best for him,mudah kanlah ia dalam menuntut ilmu-Mu ya Allah… berikanlah segala
ap2 yang ia hajatkan… dan sampaikanlah salam rinduku dan cintaku untuknya… dan
berilah aku petunjuk… dan tunjukanlah takdir kepadaku biar takdir yang
menunjukan jalannya jika ia memang imam yang baik untukku.. dunia dan akhirat,
seorang imam yang sholeh yang dpt membimbing dan membawaku dalam kebaikan dunia
dan akhirat…”
Setiap dalam sholatku dan sujud malamku..
aku selalu panjatkan doa itu untuknya… jika memang takdir berkata engkau yang
terbaik untukku,maka takdirlah yang akan menunjukan jalanmu untukku… namun jika
takdir berkata sedemikan,maka takdir pulalah yang akan menjauhi jalan diriku
dan dirimu tuk tak ditakdirkan tuk bersama.
Tak tersisa untuk diriku habiskan
semua rasa untukmu didadaku… sehingga aku tak ada habisnya untuk berhenti
berharap tuk dapatkan cintamu… kini aku kau genggam hatiku… sehingga ntah
mengapa aku begitu sulit tuk melepas angan akan tentang dirinya. Semakin aku
mencoba tuk berusaha menjauh dan melupakannya. Selama itu pula semakin berat
dan sungguh sulit tuk melupakkannya, dan semakin ingatan akan tentang dirinya
selalu ad dan hadir dan selama itu pula membuatku begitu sulit untuk melupakannya.
Ya Rahman…
Apakah yang aku lakukan ini salah?
Semua ini membuatku sakit, menahan sebuah rasa rindu dan cinta yang tak
berujung. Cinta ini seakan perlahan membunuhku. Dan entah akan sampai kapankah
rasa ini akan terus berlanjut? Sampai air mata sudah tak asing lagi bersandar
di kedua pipiku dalam sholat,do’a dan sujudku.
Sudah 3 tahun silam aku menyimpan
rasa ini, tanpa sepengetahuan’a bahwa disini… ada aku seorang wanita,yang telah
setia menunggunya bertahun-tahun tuk datang lagi ke indinesia… bersabar
menunggu demi tuk dapatkan senyumnya kembali… dan berharap akan dirinya tuk
nyatakan cintanya kepadaku… hmm… semua itu mungkin hanya sebuah mimpi yang
sangat tinggi yang bagiku tak mungkin aku dapat memiliki seorang ikhwan yang
baik, sholeh, alim dan mempunyai ilmu yang tinggi serta wawasan yang luas.
Subhanallah, jika memang benar maka surga ada padanya.
K’ Ridwan…
Hanya satu yang ingin sekali aku
katakana padamu…
Bahwa aku disini… berdiri tegak dan
tegar serta sabar tuk ,menunggumu datang kembali ke pondok dimana kmu besar dan
bisa seperti sekarang ini. Tuk datang menghampiriku, dan nyatakan cinta serta
meminangku sebagai pendamping hidupmu yang halal. Karna aku yakin engkau adalah
seorang ikhwan yang diciptakan oleh Allah untukku… tuk jadikanku seorang
wanitamu dalam hidup dan matimu. Jika km benar2 mencintaiku,,, maka jangan kau
lihat hal-hal yang baik dariku..karna itu akan bisa membutakanmu kepadaku..
maka cintailah kekuranganku… karana pada diriku ini banyak sekali kekurangan
yang perlu kau ketahui.
salah setatus dia yg entah tertuju kepada siapak itu...
#tegar
Wahai Ibu.....
kuharap kau tak cemburu
jika anakmu, mulai membagi cintanya untukmu
tapi kau tak usah khawatir wahai Ibuku
karena cintaku padamu jauh lebih besar
dia hanya tulang rusuk ku, surga duniaku, serta amanah
Robb ku
sedang surga Tuhanku ada di bawah kakimu...
adakah obat kerinduan yang paling manjur selain sebuah pertemuan?
beri sedikit waktu
agar cinta itu datang
karna terbiasa
seperti kupu2, terbang menjauh ketika aku hendak berusaha
menangkapnya
tetapi ketika aku tak lagi mengharapkannya, dia malah
datang dan hinggap tepat di hati ini tanpa aku sadari sebelumnya...
#hadeuh
Wahai Ibu.....
kuharap kau tak cemburu
jika anakmu, mulai membagi cintanya untukmu
tapi kau tak usah khawatir wahai Ibuku
karena cintaku padamu jauh lebih besar
dia hanya tulang rusuk ku, surga duniaku, serta amanah
Robb ku
sedang surga Tuhanku ada di bawah kakimu...
adakah obat kerinduan yang paling manjur selain sebuah pertemuan?
beri sedikit waktu
agar cinta itu datang
karna terbiasa
seperti kupu2, terbang menjauh ketika aku hendak berusaha
menangkapnya
tetapi ketika aku tak lagi mengharapkannya, dia malah
datang dan hinggap tepat di hati ini tanpa aku sadari sebelumnya...
#hadeuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar